Biskita adalah pilihan transportasi paling baik di Kota Bogor ketimbang angkot, begini alasan lengkapnya…
Jika kamu jalan-jalan atau pergi ke Kota Bogor, tidak bawa kendaraan pribadi dan ingin menggunakan transportasi umum, saya sarankan untuk menggunakan Biskita. Biskita adalah satu-satunya transportasi umum berbasis bus raya terpadu (BRT) di Kota Bogor.
Walaupun tidak sebaik layanan Transjakarta, transportasi umum yang satu ini tentu saja lebih baik daripada angkot. Setidaknya, jika kamu menggunakan Biskita untuk mengakses Kota Bogor saat berwisata, momen berwisata kamu nggak akan menjadi buruk. Minimal nggak akan bete.
Daftar Isi
Tarif Biskita lebih murah dari angkot Bogor
Tarif naik Biskita lebih murah daripada angkot di Kota Bogor. Jika angkot di Kota Bogor memasang tarif Rp5 ribu baik itu jauh atau dekat, Biskita hanya memasang tarif Rp4 ribu. Lebih murah seribu, tapi kualitas jauh lebih baik dibandingkan dengan angkot.
Dengan tarif Rp4 ribu kita bisa naik Biskita memutari Kota Bogor sampai bosan. Tak seperti angkot, kalau sudah sampai ujung rute, pasti disuruh turun. Belum lagi, kadang-kadang angkot di Bogor suka menurunkan penumpang lalu memutar balik seenaknya kalau dirasa sepi penumpang. Sementara Biskita, mau sepi atau ramai penumpang akan tetap beroperasi sesuai rute.
Oh iya, jangan lupa bawa kartu uang elektronik, ya. Soalnya Biskita menggunakan mesin tap seperti KRL, Busway, LRT, MRT, dan Mikrotrans. Jadi jangan sampai lupa. Kalau belum punya, beli dulu di minimarket.
Keamanan dan kenyamanan lebih baik
Soal kenyamanan dan keamanan, Biskita jelas lebih baik daripada angkot Bogor. Biskita sudah menggunakan pendingin ruangan dengan kursi duduk penumpang yang empuk. Sudah gitu ada kursi untuk penumpang prioritas seperti lansia, difabel, dan ibu hamil. Meski penuh, kamu tetap bisa ebrdiri dengan nyaman karena ada pegangan untuk penumpang yang berdiri.
Soal keamanan? Jangan ditanya. Biskita yang merupakan transportasi umum berbasis BRT hanya memperbolehkan penumpang yang naik. Berhentinya juga hanya sesuai rute, jadi tidak bisa sembarangan orang naik. Pengamen, pengemis, tukang asongan, sampai copet nggak bisa beroperasi di dalam Biskita. Tapi untuk copet, tetap harus hati-hati sih.
Waktu perjalanan tidak ngaret
Kalau kamu naik Biskita di Bogor, selisih waktu kedatangan tiap halte paling lama hanya 10 menit. Nggak kayak angkot, ngetemnya itu naudzubillahi min dzalik, kayak nungguin orang lagi disunat. Lama banget anjir, bikin bete parah. Kayaknya memang tabiat angkot, ya pasti lama ngetem. Tapi ngetemnya angkot di Bogor itu lebih lama rasanya. Soalnya jumlah angkotnya lebih banyak.
Makanya kalau naik angkot, kamu bukan hanya berkorban uang, tapi juga waktu. Coba saja kamu naik angkot yang masih sepi penumpang dan kernetnya teriak-teriak rute angkot, pasti setengah jam kemudian baru berangkat. Apalagi angkot mencari penumpang sampai duduknya mepet banget. Semut aja nggak bisa nyelip.
Percayalah, momen angkot ngetem di Bogor itu bikin pusing. Terminal di Bogor rata-rata panas banget, soalnya jarang ada yang terurus. Apalagi angkot suka maju-maju ke luar terminal yang notabene merupakan jalan raya yang langsung terkena matahari. Angkot kan nggak ada AC, bodinya saja kaleng, jadi terasa dipanggang.
Sementara sopir Biskita Bogor nggak banyak cincong. Ada penumpang yang menunggu atau nggak, saat membuka pintu bus sampai halte, pasti akan langsung ditutup kalau nggak ada yang naik. Biskita nggak kenal istilah ngetem. Jadi, penumpang nggak perlu khawatir waktu terbuang sia-sia saat naik Biskita.
Sayangnya, Biskita ini hanya beroperasi di Kota Bogor. Jadi kalau tujuan kamu ke Kabupaten Bogor, ya belum terjangkau. Biskita juga belakangan malah memotong 2 rute, padahal awalnya sampai 4 rute. Yah, memang menyebalkan, tapi saya berharap semoga ke depannya rute yang dipotong bisa balik lagi.
Begitulah alasan kenapa Biskita menjadi transportasi umum yang lebih baik daripada angkot di Bogor. Lebih murah, lebih nyaman, dan nggak ngetem.
Penulis: Nasrulloh Alif Suherman
Editor: Intan Ekapratiwi
BACA JUGA 5 Hal Sederhana yang Bikin Orang Bogor Marah.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.